You are here
Home > Promo > Peringatan Hari Kemeredekaan di 6 Daerah

Peringatan Hari Kemeredekaan di 6 Daerah

Perayaan 17 Agustus

17 Agustus 1945 adalah peristiwa terbesar dalam sejarah bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia tidak boleh lupa bagaimana negara bernama NKRI lahir. Bagaimana tidak, pendiri bangsa ini dengan berani dan tulusnya memproklamirkan kemerdekaannya di tengah dunia yang berkecamuk dan dalam kondisi yang masih terjajah.

Tak lama lagi Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan yang ke 72. Dalam rangka merayakan ulang tahun negeri tercinta, ternyata setiap daerah di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke memiliki tradisi perayaannya masing-masing yang unik. Mulai dari kegiatan seperti lomba, festival, bahkan pertunjukan seni yang digelar sebagai bentuk perayaan dan rasa syukur masyarakat atas kemerdekaan Indonesia. Menariknya, di beberapa daerah sejumlah kegiatan tersebut  menawarkan hiburan dan keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain. Berikut beberapa perayaan unik yang ada di berbagai daerah:

1. Lomba Dayung, Banjarmasin

Di Kalimantan Selatan, tepatnya di daerah Banjarmasin ada sebuah perayaaan tradisional Hari Kemerdekaan. Bagi masyarakat Banjarmasin, merayakan kemerdekaan belum terasa lengkap kalau belum ada lomba dayung. Setiap tanggal 17 Agustus diadakan lomba dayung di Sungai Marta Pura, lomba ini diikuti ratusan peserta yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan biasanya para peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok. 1 kelompok terdiri dari 10 orang per perahu.

Perlombaan ini bisa dibilang sangat bergengsi. Pasalnya, selain memperebutkan hadiah uang tunai jutaan rupiah, lomba ini juga akan memperoleh piala bergilir yang diberikan langsung oleh Gubernur Kalimantan SelatanPacu

 

2. Kude, Aceh

Kota Serambi Mekkah juga punya tradisi perlombaan yang unik biasa dilakukan setiap memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Lomba itu dikenal dengan lomba Pacu Kude. Asal muasal tradisi ini adalah dari daerah Aceh Tengah. Pada dasarnya Pacu Kude adalah sebuah lomba balap kuda antar kampung. Yang membuatnya unik adalah setiap joki tidak ada yang memakai pelana dan hanya diperuntukan bagi mereka yang berusia 12-20 tahun.

Keseruan dari acara Pacu Kude tidak perlu diragukan lagi. Saking serunya, dalam perlombaan ini akan selalu ada ratusan penonton yang rela berdesakkan demi melihat jagoannya memenangkan perlombaan.

3. Lomba Sampan Layar, Batam

Hampir serupa dengan di Banjarmasin, masyarakat Batam pun punya tradisi unik untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan yaitu Lomba Sampan Layar. Lomba ini telah diselenggarakan sejak tahun 1959 hingga saat ini. Bedanya, jika lomba di Banjarmasin diadakan di sungai, lomba sampan layar biasa diselenggarakan di laut. Ketika para peserta melakukan lomba sampan layar terdapat ribuan penonton yang berbondong-bondong menyaksikan jalannya perlombaan ini. Penonton akan memadati tepi laut hingga area Pelabuhan Belakang Padang (salah satu kecamatan di Batam).

Ketika para peserta melakukan lomba sampan layar terdapat ribuan penonton yang berbondong-bondong menyaksikan jalannya perlombaan ini. Para penonton memadati daerah sekeliling tepi laut sampai ke pelataran pelabuhan yang ada di daerah Belakang Padang, alias kecamatan di Batam

4. Tradisi Baritan, Malang

Bagi warga Malang, Tradisi Baritan merupakan tradisi wajib yang harus dijalankan setiap tanggal 17 Agustus. Tradisi ini merupakan salah satu bentuk syukur dan terima kasih pada jasa para pejuang. Tradisi ini di isi dengan sambutan dari berbagai pihak, penyampaian pesan-pesan moral perjuangan dan kemerdekaan. Baritan sendiri adalah kegiatan makan bersama sambil duduk lesehan menghadap tumpeng yang berisi nasi dan aneka lauk sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan, kebersamaan dan nilai-nilai sosial warga, dan kesederhanaan.

5. Pertunjukan Kesenian, Sukabumi

Di Jawa Barat sendiri, tepatnya di Sukabumi banyak tradisi unik saat merayakan sesuatu yang dianggap cukup bermakna dan bersejarah bagi penduduk di kampung tersebut, termasuk perayaan Hari Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus. Selain ada upacara bendera dan lomba tradisional, terdapat tradisi unik yang dilakukan sesaat setelah selesai upacara dan sebelum perlombaan dimulai. Tradisinya adalah mempertunjukkan kesenian khas Sukabumi dengan berbagai tema unik setiap tahunnya.  Dan satu yang sudah pasti, selalu diselipkan unsur komedi dalam tiap pertunjukkan yang dilakukan.

6. Telok Abang, Palembang

Saat menjelang HUT RI warga Palembang, Sumatera Selatan, memiliki tradisi turun temurun yang cukup unik bernama Festival Telok Abang. Menjelang Hari Kemerdekaan, pedagang telok abang akan memenuhi kota Palembang. Telok artinya telur dan Abang artinya merah. Jadi, telok abang adalah telur ayam atau telur bebek rebus yang berwarna merah dna ditancapkan pada miniature perahu, pesawat terbang, mobil-mobilan dan becak yang terbuat dari jenis kayu gabus. Biasanya telok abang dibanderol dengan harga Rp 15 ribu – Rp 150 ribu, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.

 

Nah, dari sekian deretan tradisi 17 Agustusan dari berbagai daerah tersebut sempatkan waktu kamu untuk berwisata ke salah satu tempat tersebut saat libur, setidaknya sekali seumur hidup untuk menyaksikan secara langsung tradisi-tradisi tersebut untuk lebih mengenal kekayaan budaya di daerah lain.

Similar Articles

Top